Amarta Solusi Berwirausaha Bagi Kalangan Bawah

Usaha P2P Lending (peer to peer lending) mungkin bukan lah istilah yang cukup familiar di telinga kita. Sebab di Indonesia sendiri usaha di bidang ini bisa dikatakan tergolong masih anyar.

Jika dijelaskan secara singkat, P2P Lending merupakan sebuah tempat yang memfasilitasi pertemuan antara para pemberi pinjaman (investor) dengan para peminjam (borrower).

Nah, Amartha sendiri sebagai salah satu perusahaan P2P Lending yang terkemuka di Indonesia, mengembangkan sayapnya dengan merambah pasar baru yaitu fintech. Tentunya dengan terobosan ini Amartha telah memposisikan dirinya menjadi salah satu dari 2000 startup yang tengah berkembang di Indonesia.

Sebagai perusahaan startup yang bergerak di bidang digital, pada 7 Maret 2017 lalu Amartha berhasil mendapatkan suntikan investasi salah satunya dari Mandiri Capital Indonesia.

Menurut Eddie Danusaputro, model bisnis Perusahaan Amartha sangatlah penting bagi perekonomian Indonesia, karena Amartha mampu menyentuh kalangan unbanked yang selama ini tidak terjangkau oleh perbankan tanah air, termasuk diantaranya Bank Mandiri.

Dengan pengalamannya di segmen pembiayaan mikro selama tujuh tahun, Amartha membuktikan diri memiliki jaringan yang luas dan kuat hingga pelosok tanah air. Amartha juga terbukti memiliki team leadership yang tangguh. Selain ia juga mampu memenuhi misi Bank Mandiri untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga ke pelosok-pelosok daerah di Indonesia.

Dengan mulai beroprasinya Amartha Fintech, segmen usaha mikro yang bergerak secara konvensional kini telah dimodernisasi, sehingga terciptalah juga segmen market yang baru yang memungkinkan masyarakat kalangan bawah mendapatkan alternatif sumber permodalan bagi usaha mereka.

Meskipun pinjaman yang diberikan Amartha hanya dalam jumlah yang kecil yaitu 3 sampai 10 juta saja, tetapi jumlah ini bisa menunjang usaha mikro yang ingin dilakukan petani, peternak, ataupun pedagang dalam skala kecil.

Hingga saat ini, tercatat Amartha telah menyalurkan dana lebih dari Rp 68 milyar rupiah yang kebanyakan jatuh ke tangan pengusaha mikro perempuan yang mempertahankan sistem gagal bayar 0% selama 7 tahun berturut-turut.

Maka, melalui kerjasama antara Amartha dengan Mandiri diharapkan kalangan bawah yang tidak memperoleh akses perbankan secara langsung tetap bisa produktif dengan menggunakan modal yang ditawarkan oleh Amartha. Dan tentunya dengan modal yang semakin banyak, dampak yang diberikan terhadap masyarakat kalangan bawah dan perekonomian Indonesia pun semakin luas dan masif.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs www.jadimandiri.org.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s