Tiga Alasan Kenapa Kebanyakan Usaha Mikro Bisa Gagal Dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Technician, Entrepreneur, Manager

tech

  • Technician adalah seseorang yang ahli menekuni suatu bidang misalnya seorang programmer, koki, pengacara, arsitek, akuntan, dan lain-lain yang mencoba membuka usaha untuk diri mereka sendiri karena mereka pikir mereka lihai dan tahu bagaimana menyelesaikan semua pekerjaan itu. Mereka senang dengan pekerjaan yang mereka tekuni dan mengabaikan faktor-faktor lain dalam bisnis yang pada akhirnya membuat mereka gagal.
  • Entrepreneur adalah seorang pemimpi, seseorang yang punya banyak sekali ide-ide baru. Mereka adalah orang-orang yang hidup di masa depan, berpikir apa saja yang bisa mereka lakukan alih-alih hidup di masa kini. Mereka cenderung mudah frustasi melihat betapa lambatnya dunia berjalan.
  • Manager adalah orang yang sangat peduli terhadap detil-detil kecil yang dia kerjakan, seorang perfeksionis, sangat rapi dan terorganisir, sesuai dengan kaidah dan aturan-aturan yang ada.

Dan kebanyakan sebuah usaha mikro gagal karena dijalankan oleh seorang “Technician” yang hanya tahu menyelesaikan pekerjaan teknis tanpa memikirkan peran lain yang sama pentingnya yaitu “Entrepreneur”  dan “Manager”.

Ketiga elemen ini adalah satu kepribadian yang dikemas dalam diri satu orang wirausaha dan tidak bisa dipisah-pisahkan. Elemen-elemen ini menjadi syarat kunci keberhasilan suatu usaha.

Tanpa jiwa “Entrepreneur” misalnya kita akan terus menerus bekerja tanpa henti baik itu untuk orang lain atau untuk diri kita sendiri. Tetapi “Entrepreneur” tanpa seseorang yang bisa menyelesaikan pekerjaan teknis kita pun akan terus bergantung kepada orang yang bisa. Dan tanpa jiwa seorang “Manager” jangan harap kita bisa mengorganisir pekerjaan dengan rapi.

Prototipe Bisnis “Franchise”

mcd

Kegagalan lain usaha mikro adalah usaha masih bergantung kepada founder suatu usaha. Tanpa mereka bisnis tidak akan berjalan. Padahal bisnis yang baik adalah bisnis yang mampu tetap berjalan tanpa penggagasnya, suatu bisnis yang mandiri. Bayangkan saja, ketika kita sakit atau berlibur, bisnis pun ikut berhenti saat itu. Oleh karena itu founder harus menciptakan sebuah sistem untuk bisnis mereka, agar bisnis tersebut bisa berjalan tanpa kehadiran mereka dan bahkan bisa diwariskan. Contohnya saja seperti McDonald, KFC, Burger King, dan lain-lain. Para founder-nya berhasil menciptakan suatu model bisnis yang tetap berjalan dengan cita rasa yang sama di penjuru dunia, dicabang manapun para pelanggannya mendapatkan experience yang sama percis.

Model Bisnis

manual-book

Model bisnis yang Anda ciptakan harus memiliki poin-poin di bawah ini:

  • Konsisten.
  • Tidak harus memperkerjakan orang yang benar-benar ahli, orang biasa-biasapun bisa melakukan pekerjaan ini asalkan kita memiliki SOP yang bisa dijalankan oleh siapapun.
  • Detil pekerjaan apapun dijelaskan dalam suatu manual book yang bisa diikuti oleh semua orang.
  • Model bisnis yang kita ciptakan harus memiliki ciri khas berupa keseragaman mulai dari dress code yang dikenakan pegawai sampai desain interior yang kita pakai untuk mempermanis tempat usaha, pemilihan kursi dan lain-lain dari pusat ke cabang-cabangnya haruslah sama.

Di atas adalah ketiga contoh yang dijelaskan dalam buku The E-Myth Revisited: Why Most Small Business Don’t Work And What To Do About It karya Michael Gerber yang bisa kita ikuti untuk membangun wirausaha yang sukses.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs jadimandiri.org
Advertisements

One thought on “Tiga Alasan Kenapa Kebanyakan Usaha Mikro Bisa Gagal Dan Bagaimana Cara Mengatasinya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s