Bank Mandiri Membukukan Aset 1000 Triliun

Seperti yang sudah kita semua ketahui fungsi pokok bank adalah sebagai badan usaha yang menghimpun uang dari masyarakat dan menyalurkannya kembali untuk masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk-bentuk lainnya untuk menaikkan taraf hidup orang banyak. Sedangkan kegiatan jasa lain yang dilakukan oleh bank merupakan pendukung atau komplementer dari kegiatan pokoknya.

Bisnis perbankan sendiri bisa dibilang bukanlah bisnis yang kecil, ia membutuhkan modal yang besar. Belum lagi jika kita berbicara mengenai persaingan di sektor ini, bisnis perbankan merupakan bisnis yang persaingannya cukup ketat.

Namun, bank sendiri memiliki peran yang krusial bagi suatu negara. Sebagai lembaga keuangan, bank merupakan sendi kemajuan masyarakat. Bahkan negara yang tidak memiliki bank yang baik bisa dikatakan sebagai negara yang terbelakang. Oleh karena itu kemajuan suatu bank di suatu negara dijadikan ukuran kemajuan negara yang bersangkutan.

Di Indonesia baru-baru ini yaitu pada tutup buku  tanggal 31 Desember 2016, Bank Mandiri yang merupakan salah satu bank berplat merah berhasil menorehkan prestasinya sebagai bank pertama di tanah air yang menghasilkan aset konsolidasi menembus 1000 triliun rupiah.

Di mata individu, tentu nilai aset 1000 triliun rupiah bukanlah nilai yang kecil. Dengan 1000 triliun kita bisa mendapatkan rumah mewah yang terbuat dari emas, jet dan kapal pesiar, berlian dan pulau pribadi, wisata keliling dunia, dan lain-lain. Tetapi ternyata jika dicermati lagi nilai 1000 triliun tersebut jika dikonversi ke taraf perbankan seluruh Asia, apa yang sudah dihasilkan Bank Mandiri belum masuk urutan peringkat 10 besar. Meskipun tentu saja dengan pencapaian baik ini Bank Mandiri sudah layak masuk dalam daftar Qualified Asean Banking. Sebuah prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. Untuk itu Bank Mandiri harus bekerja keras mengejar ketinggalannya di Asia selain tentu saja mempertahankan posisinya di dalam negeri sebagai bank terbaik yang dimiliki Indonesia.

Karena jika kita diajak melihat pertumbuhan kredit di tahun 2016 yang naik 19% di sektor korporasi dan infrastruktur kita juga bisa menghitung pertumbuhan pembangunan yang terjadi di Indonesia. Karena tercatat setidaknya proyek jalan tol tumbuh 57,6 persen, lebih banyak dari tahun sebelumnya, sektor migas tumbuh hingga 36 persen, pertumbuhan kredit untuk listrik bahkan naik hingga 105 persen, transportasi mengalami pertumbuhan hingga 13,2 persen, dan telekomunikasi tumbuh hingga 12,2 persen.

Melihat angka-angka tersebut meskipun Bursa Efek Indonesia belum secara resmi merilis angka ini ke publik membuat kita optimis pada perbankan Indonesia dan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s