Harga Gas Mahal Membuat UKM Hingga Industri Besar Beralih Ke Gas Bumi

Tahukah kamu kenapa harga gas mahal dan orang berbondong-bondong untuk pindah menggunakan energi alternatif gas bumi?

Jika dibandingkan dengan negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina yang menetapkan harga gas dikisaran angka  USD 4 – USD 5 per-MMBTU, Indonesia yang merupakan pemasok gas gagal menekan harga di pasaran pada angka USD 6 per-MMBTU. Di Indonesia konsumen harus membayar USD 9 – USD 10 per-MMBTU. Ini semua karena distribusi gas dari hulu ke hilir harus melewati 4 sampai 5 rantai distribusi sebelum sampai ke tangan konsumen akhir. Jadilah pembeli harus menanggung biaya yang besar. Padahal, Singapura yang sama-sama membeli gas dari Indonesia, mampu menjual gas ke konsumen mereka dengan harga USD 4-5 per-MMBTU.

Harga gas yang tinggi ini salah satunya berakibat melemahkan geliat industri di tanah air, membuat kita kalah bersaing, terutama saat sedang menghadapi MEA seperti sekarang.

Lalu apa solusinya?

Melihat hutan rimba distribusi di Indonesia yang sulit sekali dipatahkan dan dilawan karena sudah mengakar kuat seperti budaya, pemerintah memberikan alternatif yang kini sedang naik daun yaitu berupa energi alternatif bernama gas bumi.

Gas bumi sedang menjadi primadona dibanyak kalangan mulai dari UKM hingga Industri besar. Pipa-pipa pun tak henti-hentinya dibangun dari ujung barat ke ujung timur Indonesia supaya energi alternatif yang ramah lingkungan ini bisa dinikmati semua kalangan mulai dari rumah tangga, UKM, hingga industri.

PGN yang menjadi salah satu lokomotif pendorong perekonomian negara telah memberikan solusi yang jitu, murah, dan ramah lingkungan. Mereka pun terus bekerja untuk memperluas jaringan gas bumi yang efisien, bersih, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat. Bahkan dalam periode 2016 – 2019 ini, PGN sudah menargetkan untuk menambah panjang pipa gas bumi sebanyak 1.685 kilometer lagi.

Manfaat dari gas bumi yang digunakan oleh rumah tangga sampai pelaku industri tersebut pun sangat bisa dirasakan. Misalnya saja seperti pengusaha UKM nasi jamblang di Cirebon, dia bisa menghemat 7 – 8 juta pertahun tanpa takut kehabisan bahan bakar atau repot-repot mengangkut-angkut tabung gas, karena energi gas bumi terus mengalir dan dapat dia gunakan 24 jam non-stop.

Contoh lain adalah pabrik genteng milik PT. Genteng Teracotta Industri, mereka mengaku mampu menghemat biaya produksi jika dibandingkan saat menggunakan bahan bakar kayu atau minyak bumi.

Jadi kini gas mahal bukan masalah lagi karena sudah ada energi alternatif lain yang murah dan ramah lingkungan. Selain menjaga kesehatan dompet, kita juga ikut berkontribusi menjaga kesehatan bumi yang semakin renta dengan beralih ke energi alternatif ini.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Jakarta, 3 November 2016
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s