[REVIEW RESTAURANT] GYOZA BAR, CENTRAL PARK

“Drinking is fun! It makes me horrible and sexy! –Warren Ellis

 

Is it?

Is drinking that fun? Or not?

I have my own opinion to this case. For me, there is two reasons why drinking is fun. First, as simple as we drink with our friends and not alone, and second, the taste of liquor itself.

Yap, exactly, you got it right dude, drinking is part of culture, socialization, just like smoking.

Well, Anda mau protes dengan statement di atas, saya tidak peduli. Segelas minuman beralkohol dan sebatang rokok bisa mengubah dan membawa Anda menjadi seorang makhluk sosial jika Anda tahu bagaimana cara memanfaatkannya dengan baik dan benar. Bagaimana memposisikan diri Anda sebagai social drinker dan social smoker, bukannya sebagai pecandu dengan tingkah yang yah, silahkan Anda deskripsikan sendiri.

And why is it horrible?

It is horrible because we take it too much.

Ingat? Sesuatu yang dikonsumsi berlebihan tidak baik.

And why is it sexy?

Because it is sexy, no more reason, #eh

 

Setelah liburan yang lalu saya menjadi coffee tester di Dieng Culture Festival—kemarin malam saya menasbihkan diri menjadi cocktail tester di salah satu restaurant baru di Central Park.

No, saya tidak di endorse oleh restaurant yang bersangkutan, saya menulis review ini dengan senang hati setelah salah satu pramusaji memberi saya segelas cocktail gratis karena tampaknya mereka mendengar komentar jujur saya tentang minuman yang saya pesan dan nikmati.

Saya sendiri bukan seorang ahli cocktail, saya tidak tahu bagaimana rasa cocktail yang baik dan benar, bagaimana seharusnya cocktail disajikan, bagaimana seharusnya cocktail dinikmati, dll. Maka Anda akan menyebut saya orang awam yang penasaran. Tetapi untuk pelaku bisnis food and beverage, mungkin testimoni saya bisa dijadikan salah satu bahan pertimbangan untuk semakin memperkuat bisnis F&B Anda. Yah, terutama pengelola Gyoza Bar di Central Park, mengingat restaurant dengan tipe casual dining tersebut meninggalkan kesan yang dalam untuk saya.

Kok bisa?

Sejujurnya jika pramusaji tidak memberikan cocktail gratis sebagai kompensasi untuk saya, saya mungkin angkat kaki dari restaurant itu dengan perasaan biasa-biasa saja. Lumayan untuk dikunjungi sekali itu, tetapi untuk datang lagi?! Oh, kita tahu, masih banyak bar dan restaurant yang bisa saya cicipi di Jakarta yang menunggu kedatangan seorang pelanggan baru untuk ditarik hatinya.

Tetapi karena hal sederhana yang dilakukan pramusaji Gyoza malam itu kepada saya, saya berjanji akan kembali lagi dan nongkrong di depan bartender untuk mencicipi salah satu minuman dan makanan andalannya, sambil berbincang-bincang lucu tentang filosofi koktail. Tampaknya akan menjadi obrolan yang menyenangkan bukan? Membicarakan the art and manner of cocktails.

Kesan saya saat pertama kali menginjakkan kaki di Gyoza Bar, kok sepi, apa karena masih baru? Atau karena ada alasan lain? Membuat saya penasaran berapa traffic pengunjung bar tersebut setiap harinya? Tampaknya akan lucu jika setiap pengunjung yang hadir di beri nomor, “Anda pengunjung kami nomor sekian…” syalalala, hal-hal seperti itu, jadi mereka merasa dispesialkan. Tetapi mungkin sudah terlambat. Mengingat saya tidak tahu, sudah berapa lama bar ini buka. Apalagi jika dibandingkan dengan tetangganya, La Biere, Gyoza Bar cuma seujung kukunya saja dalam hal jumlah pengunjung. Padahal bisnis adalah persaingan usaha untuk mendapatkan sebanyak mungkin pelanggan. Bisnis juga adalah seni mempertahankan pelanggan. Nah, karena traffic Gyoza Bar yang sepi, saya sempat meragukan bar satu ini: “jangan-jangan makanannya tidak enak” “harganya tidak rasional” dll, spekulasi seperti itulah yang melintas di kepala saya saat melihat-lihat menu di Gyoza. Tetapi ternyata saya salah, dari segi rasa makanan dan harga semuanya normal dan bisa dinikmati.

Mexican Chicken Gyoza IDR 35k Minced Chicken, mozzarella, jalapeno, chopped coriander leaf
Mexican Chicken Gyoza IDR 35K
Minced Chicken, Mozzarella, Jalapeno, Chopped Coriander Leaf

Kesan kedua saya adalah interior yang manis sekali untuk disebut dengan embel-embel bar di belakang namanya, meja-kursinya lebih cocok digunakan untuk menikmati semangkuk es krim vanilla atau cheese cake strawberry alih-alih sebotol sake atau bahkan sebagai tempat untuk menyisip wine. Well, ini sebenarnya masalah selera sih. Tapi untuk saya branding-nya jadi terlihat aneh sekali. Antara menu makanan dan minuman yang ditawarkan dengan interior nampak kurang sesuai, mismatch. Tetapi saya suka kursi-kursi barnya, by the way, sudah tidak sabar untuk duduk di sana.

Yah, untuk yang penasaran silahkan cek di Zomato atau langsung datang saja ke tempatnya.

Ketiga adalah pelayanan, standard rata-rata kesopanan pramusajinya terpenuhi dengan baik, tidak ada yang saya keluhkan, dan saya senang saat salah satu pramusaji mendatangi saya dan bertanya tentang minuman yang saya pesan, bagaimana rasanya dan kesan saya, yang saya jawab dengan jujur. Sesaat sebelum memesanpun saya bertanya-tanya tentang menu cocktail yang ditawarkan, mana yang menjadi rekomendasi dan bagaimana rasanya.

Wild Geisha
Wild Geisha IDR 95K
Vodka Apple, Apple Liqueur, Wild Berry Syrup, Blueberry Fruit, Strawberry Fruit

Minuman yang saya pesan malam itu adalah Wild Geisha, perpaduan antara vodka apple, apple liqueur, wild berry syrup, blueberry fruit, dan strawberry fruit. Sebenarnya tadinya saya tidak mau pesan cocktail, saya ingin segelas besar bir apel sebagai teman ngobrol sampai tengah malam, tadinya, tetapi sayang, mereka tidak menyediakan minuman tersebut di dalam menu, jadi akhirnya saya memilih untuk menikmati segelas cocktail yang saya pikir fruity, kaya akan rasa buah. Tetapi saat saya menyisipnya untuk pertama kali, saya langsung merasa minum sirup obat batuk untuk anak-anak. Sedih ya. Saya kadang memang tidak beruntung saat memilih menu makanan atau minuman meskipun sudah berkonsultasi terlebih dahulu. Padahal saya suka namanya, Wild Geisha, terdengar femme fatale sekali. Sayang, antara kandungan alkohol dan rasa buah yang ditawarkan kurang seimbang, datar untuk ukuran lidah saya. Karena saya mengharapkan paling tidak rasa alkohol dan buah di dalam minuman itu cukup kuat, tasty. Yah, ekspektasi versus realita memang sering tidak sejalan.

Kuroi Mule
Kuroi Mule IDR 90K
Russian Vodka, Handmade Ginger Liqueur, Elder Flower Syrup, Fresh Lime Juice, Stout

Tetapi semua itu terobati saat pramusaji datang dan bertanya tentang kesan-kesan saya lalu tidak lama mereka membawakan Kuroi Mule yang disajikan dalam gelas mirip pot bunga berwarna hitam. Dan rasanya, well, yah, memuaskan, apalagi untuk yang menyukai cocktail dengan rasa alkohol yang kuat, saya merekomendasikan minuman ini untuk kalian nikmati saat mengunjungi Gyoza Bar.

Lalu bagaimana dengan selera saya?

Kondoi Beach
Kondoi Beach IDR 95K
White Rum, Dark Rum, Vanilla Syrup, Orange Juice, Fresh Lime Juice, Orange Bitter

Saya menyukai rasa yang sedang-sedang saja, yang pas, Kondoi Beach yang dipesan rekan saya dalam wisata cocktail kali ini yang benar-benar memenuhi cita rasa saya—padahal tahu apa saya soal cocktail hu? Perpaduan antara white rum, dark rum, vanilla syrup, orange juice, fresh lime juice, dan orange bitter-nya benar-benar pas dan mengena, rasanya sangat kaya.

Saya benar-benar mengharapkan Gyoza Bar meningkatkan pelayanannya dan juga para pramusaji melayani pelanggan lainnya seperti kemarin mereka melayani saya.

Akan sangat menarik jika mereka berkeliling dari meja ke meja, memberikan kartu-kartu berisi clue-clue perihal menu yang dipesan oleh pelanggannya, mengajak ngobrol dan menanyakan kepuasan konsumennya. Saya yakin hanya sedikit ahli minuman yang datang ke sana, yang mengerti menu-menu yang mereka pilih beserta filosofinya. Dan pramusaji yang menguasai bidang pekerjaannya akan menjadi daya tarik tersendiri selain menu-menu yang ditawarkan.

Sekian, terima kasih untuk Kuroi Mule-nya!!!

 

Jakarta, 26 September 2016

Ditulis berdasarkan kunjungan pada hari Minggu, 25 September 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s